Malam itu menjadi malam yang sangat menegangkan bagi Gerry, bagaimana tidak mobil yang dikendarainya benar-benar melaju dengan sangat cepat. Endy tak mau mengalah, ia terus menerus mengikuti Gerry bahkan terjadi balapan diantara mereka saat itu Juga. “Ah Gila, mengapa dia mengikuti ku terus?” Tanya nya sembari tetap merasa khawatir, Gerry tak mau lengah. Ia pun sedikit melupakan keadaan Denias yang sedang menunggunya itu, dia memfokuskan dirinya untuk terus -menerus mengemudikan mobil tersebut. DRRRTTT....... ponsel nya bergetar, ia tahu bahwa Denias lah yang sedang menghubunginya. Ia tak ingin menerima panggilan tersebut, yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya untuk kabur dari kejaran Endy. “Please Denias, jangan telpon gw dulu” ucap Gerry sendiri. Berbeda di dalam rumah, Denia