Shakka terbangun karena June mengetuk pintu kamar Wyne. Pria itu mengatakan bahwa ia sudah membelikan sarapan yang ia janjikan untuk sang adik dan sekarang akan langsung berangkat bekerja. ‘Ah, bekerja..’ ucap Shakka membatin. Pria itu kemudian membawa Wyne mendekat. Menghidu wangi wanita itu sebelum memutuskan untuk bangkit dan mandi di kamar mandi yang sudah pernah ia pakai dua atau tiga tahun yang lalu. Kemaren saat dengan gilanya memutuskan untuk menyelinap ke dalam rumah ini, Shakka sudah membawa pakaian ganti. Ia tidak datang kemari hanya untuk menyapa Wyne kemudian pulang tengah malam. Jika Shakka sudah merindukan wanita ini maka ia akann pastikan bersamanya sampai pagi menjelang. Setelah mandi juga berganti pakaian Shakka menuju dapur untuk mendapatkan sarapannya. Nasi uduk yang