Aisha membuka matanya yang masih berat karena kantuk. Desiran nafas halus Bintang menyapu leher gadis itu. Bahkan lengan kokoh pria itu masih betah mendekap tubuh ramping milik Aisha. Gadis itu menatap lengan Bintang yang mendekapnya erat. Entah apa yang harus ia perbuat sekarang. Yang ia tahu Bintang sekarang ada bersamanya. Aisha juga heran, kenapa pria ini dari kemarin bersikukuh mengaku tidak punya istri dan anak. Sebuah teka teki rumit berkecamuk di hati Aisha saat ini. Aisha menengok jam dinding di ruangan itu, sudah jam 5 pagi rupanya. Aisha hendak bangun, namun Bintang makin erat memeluk tubuhnya. "Bintang... bangun! Aku mau sholat," ucap Aisha sambil melepaskan tangan Bintang. Tapi pria itu malah memeluknya erat seperti guling. "Sebentar lagi.." Suara serak Bintang berbisik d