147 BERKENCAN

1992 Kata

Rea mengantar pulang Rio, karena Rio tidak membawa kendaraan sendiri. Di sepanjang perjalanan Rea marah-marah terus karena ulah Rio yang ingin berpegangan dan bermanja, meski akhirnya Rea pasrah. Hari itu juga, Rio mengenalkan Rea kepada Ibunya bahwa Rea adalah pacar barunya, Ibunya sangat terharu hingga menangis bahagia, itu adalah tanda merestui hubungan mereka. *** Malam hari, Rio mengobrol dengan Ibunya di sofa ruang tamu. "Senengnya anak Mama yang ganteng ini udah punya pacar. Rio gak boleh loh sia-siakan Rea, kamu harus mencintainya sepenuh hati. Oke?" ucap Ibunya. "Oh, tentu donk Ma. Aku udah cinta mati sama Rea, hehe," jawab Rio. Ibunya sangat senang mendengarnya, Rio juga mengatakan bahwa dia terkena senjata tajam itu karena melindungi Rea. Ibunya sedikit sedih karena Rio sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN