Anisa Seminggu berlalu. Nadira dan Mas Bayu tampak seperti pengantin baru. Saat ini Mas Bayu sedang mengajak Nadira dan Bara jalan-jalan. Dia juga mengajakku, tapi aku menolaknya. Dengan alasan aku lelah. Karena setelah Nadira kembali, aku kembali aktif di butik. "Bik ... maafin aku kalau selama ini aku ada salah sama Bik Sumi, ya ...." "Kenapa Ibu ngomong begitu?" "Ya siapa tahu aku membuat kesalahan tanpa aku sadari, Bik." "Nggak, Bu ... Ibu tidak pernah melakukannya." Aku menelungkupkan wajahku di atas meja dengan kedua lenganku sebagai tumpuannya. Aku menangis sejadinya. Bik Sumi duduk di sebelahku. Ia mengusap punggungku untuk menenangkanku. Kemudian aku memeluknya. "Sabar, Bu ... sabar ... ini cobaan untuk Ibu ...." Bik Sumi memang tahu segalanya. Ia juga sering mera

