AUTHOR'S POV Ridho merasa ada yang tidak beres dengan Arthur. Sahabatnya itu tampak kacau saat ia temukan di dekat lift tadi. Hanya saja, Ridho merasa Arthur tidak punya banyak waktu untuk bercerita padanya. Mungkin ia harus menemui sahabatnya itu nanti setelah ia pulang dari meetingnya. Ridho melirik jam di tangannya. Sudah pukul empat lebih. Jam kerjanya akan selesai sebentar lagi. Tumpukan berkas di mejanya juga sudah menyusut setelah beberapa hari ini ia kerja lembur. "Sepertinya aku harus berusaha menemui Larasati setelah ini. Aku tidak mungkin mengabaikannya terlalu lama. Aku tidak mau dia lepas begitu saja," gumam Ridho. Ia mempercepat kerjanya. Lalu, setengah jam kemudian ia keluar dari ruangannya sambil menatap jadwal kuliah Larasati yang ada di ponselnya. Dan hari ini, jam ku

