75 - Masalah Bertubi-tubi

1574 Kata

Larasati tersenyum simpul. “Sepertinya aku memang tidak bisa lari dari takdir ini.” Ridho tahu, Larasati memang memiliki intuisi yang sangat kuat. Ia bisa memprediksi banyak hal yang akan terjadi pada orang lain, bahkan dirinya sendiri. Namun Ridho masih belum paham sama sekali dengan apa yang Larasati katakan barusan. Hingga sebuah sentakan kasar menarik Larasati untuk bangkit, dan terdengarlah suara pukulan keras yang membuat gadis itu nyaris jatuh menabrak meja saat seseorang tiba-tiba menamparnya dengan sangat keras. “TASYA!” Yup. Orang yang baru saja menampar Larasati itu adalah Tasya, yang entah sejak kapan ada di cafe ini. Tapi, mengingat Larasati tadi memang mengatakan jika Tasya ada di sini, sepertinya Tasya memang sudah berada di sini cukup lama untuk sekadar mendengar obrolan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN