70 - Pergi

1461 Kata

Perasaanku semakin tak tenang. Semalaman aku tidak bisa tidur, hanya terus mengawasi Lucy yang semakin sering menghilang. Hingga pagi harinya, aku sengaja meluangkan seluruh waktuku untuknya. Mengajaknya bertamasya ke Bogor dan mencari udara segar. Kami berhenti di sekitar perkebunan teh yang menyajikan pemandangan hijau yang sulit kami temui di Jakarta. Saat ini kami berada di sebuah tempat tongkrongan semi outdoor yang menghadap ke arah pemandangan hijau khas pegunungan. Keadaan cafe ini memang cukup sepi mengingat ini bukan weekend dan masih jam kantor. Lucy menatap lurus ke depan. Sementara aku tak henti-hentinya menatap kekasihku itu. “Entah kenapa aku merasa jalan-jalan kali ini akan menjadi yang terakhir untuk kita,” ucap Lucy tiba-tiba. Untuk pertama kalinya, aku tidak bisa mengel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN