72 - Kesempatan Terakhir

1636 Kata

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Ridho baru saja berbaring di atas tempat tidurnya. Ia tengah berjuang untuk tidur. Namun, rasanya sangat sulit untuknya memejamkan mata. Setiap kali matanya terpejam, ia terbayang kembali ucapan Larasati melalui sambungan telepon yang tadi mereka lakukan. `Malam ini adalah penentuannya. Malam ini akan menjadi akhir dari perjuangan Lucy.` `Maksudmu, dia akan benar-benar meninggal?` `Jika ia berhasil, maka ia akan bangun. Namun jika ia gagal, maka kita memang harus melepaskannya untuk pergi selamanya.` Kepala Ridho terasa pening. Jika sampai Lucy gagal dan akhirnya meninggal, lalu apa yang harus ia katakan pada Arthur nanti ketika lelaki itu sadar? Sudah tiga hari Arthur tak sadarkan diri. Dan jika saat ia bangun ia langsung mendengar kabar kematian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN