"Bibi!" teriak Sophi yang datang dari balik sekat ruang tamu. Tiba - tiba saja Sophi muncul dengan wajah tampak sangat marah mendengar pertanyaan bibinya kepada David. Alih - alih terkejut bibi Lyn hanya menoleh kepada Sophi, dia tampak santai saja." "Kenapa? Tidak usah teriak - teriak," ucap bibi Lyn. "Kenapa bibi Lyn tiba - tiba bertanya seperti itu kepada David, aku saja tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya dengan David," jawab Sophi menahan marahnya. "Ya wajarlah kalau aku menanyakan hal ini sama David, dia kan sedang memacari keponakanku dan aku ingin bertanya keseriusannya, apa salahnya?" "Salah besar, seharusnya bibi membicarakan ini dan meminta persetujuanku dulu sebelum bertanya kepada David." "Nanti juga akan aku tanyakan kepadamu, untuk menikah kan dua - duanya har

