Makan siang bersama keluarga besar tidak dibayangkan Juna akan terjadi hari ini sebenarnya. Dia pikir sampai di rumah paling ditanyain oleh Papa dan Mamanya saja, eh tidak tahunya dia malah diwawancarai oleh semua. Memang sih diwawancarainya itu dalam arti yang tidak serius, tahu sendiri keluarga mereka sukanya bercanda, yang jelas mereka semua ingin tahu apa yang Juna lakukan di Melbourne. Tapi dari semua itu tentu saja delapan puluh persennya berisi bullyan untuk dirinya, ini sih sudah biasa, Juna dulu sudah sering jadi saksi hidup ketika para sepupunya ini saling membully, memang terdengarnya seperti bercanda tapi kadang-kadang sadis juga. Juna sebagai sepupu yang belum menikah dan terhitung paling kecil bersama adik - adiknya tentu saja sekarang menjadi sasaran empuk untuk para kakak s

