Dengan kondisi sadar sepenuhnya, Kiara akhirnya menarik sebuah keputusan yang tentu saja memiliki resiko besar! Ia tidak bisa tinggal diam begitu saja bila tidak ingin kehidupannya makin terusik. Dendamnya belum sepenuhnya menemukan jalan, dan ia harus menghadapi Ronald sebelum benar-benar menggenggam Arthur di genggamannya, dan menjerat pria itu untuk tunduk padanya. "Aku harus kesana!" tutur Kiara sembari bangkit dari duduknya. Dengan susah payah ia turun dari ranjang dan meraih bajunya yang tampak berserakan di lantai. "Tidak ada baju lain, aku harus memakai ini menuju ke sana." gumamnya sembari berjalan tertatih ke arah pintu dan hendak pergi ke arah kamar mandi. Rasa perih, dan nyeri tertinggal, dan membuat Kiara berjalan dengan kesulitan yang lumayan tinggi. "Ah, sialan pri

