Kadang, menarik diri bukan tentang meninggalkan seseorang. Tapi tentang menyelamatkan diri sendiri. *** “Banyak banget pertanyaan lo dalam satu tarikan napas!” Wajah Lita di layar ponsel tampak datar. Tidak ada kejutan dalam ekspresinya, seolah ia memang sudah menduga pertanyaan itu akan datang suatu saat nanti. Hanya matanya yang menunjukkan secercah kelelahan, seolah ia telah menyimpan alasan di balik sikapnya terlalu lama. "Jawab, Lit," desak Sofi, suaranya sedikit bergetar. Ada rasa bersalah yang menggantung di hatinya, meski Sofi juga belum tau pasti apa yang membuatnya merasa demikian. Lita menghela napas panjang. “Lo tau, Sof ... gue selalu dukung lo. Selalu. Tapi, ngga dengan Yara. Makin lama, gue ngerasa ada sesuatu yang nggak beres sama dia.” Sofi mengerutkan keningnya. "Mak