Kevin melihat kilatan di mata Dinda yang basah. Ia tahu Dinda tidak benar-benar serius ketika berkata seperti itu. Ia merasa sesak hanya dengan menatap wajah terluka Dinda. Ia mengikis jarak untuk memeluk Dinda, tetapi lift tiba-tiba terhenti dan pintu terbuka. Kevin mundur selangkah karena ada brankar pasien yang didorong masuk bersama beberapa perawat dan mungkin keluarganya. "Maaf, Din. Hari ulang tahun kamu jadi kacau gara-gara semua ini," kata Kevin dalam hati. Ia menatap angka di lift yang terasa lambat sekali berubah. Ditambah diamnya Dinda, ia merasa ini sangatlah mencekam. Pasien itu turun di lantai lima dan hanya butuh waktu beberapa detik bagi mereka untuk tiba di lantai satu. Kevin langsung menjangkau tangan Dinda. Meskipun Dinda enggan sekali menerima genggaman tangannya, ia