Demian yang baru masuk ke ruangan Shaka saat menjelang makan siang, dia tampak santai saja seolaah tidak membuat kegaduhan di perasaan Shaka tadi. Dia tidak menghabiskan waktunya di Rooftop sepanjang dua jam yang lalu, sejak Anya kabur ke bawah, Demian pun menyusul lima menit kemudian, tapi dia ke lantai dua untuk bekerja. Ibarat sudah memasang bom waktu di lantai tiga, dia hanya menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Da sekarang dia ke lantai tiga untuk memastikan keadaan disini. "Wah lagi pada serius nih, pada laper nggak? Nya, udah pesan makanan belum?" tanya Demian. Di dalam ruangan itu ada Shaka yang sedang berhadapan dengan laptopnya dan Anya duduk di depannya dengan laptopnya juga. Biasanya Anya bekerja di mejanya sendiri, tidak di sini. "Belum pak," jawab Anya. "Mau makan di d