"Aby jangan berpikiran buruk terus. Umi tidak mengenal Rany. Tapi paling tidak hargai Rany, dia datang sebagai tamu," ucap Umi Ayu lembut. "Arghh ... Sudahlah. Lupakan semuanya Mi. Aby mau menenangkan pikiran. Aby mau pergi," ucap Aby Dian dengan nada tinggi. Aby Dian pun meninggalkan ruang makan. Meninggalkan Umi Ayu sendirian dnegan rasa kekalutannya. Waktu mereka semakin sempit malah semakin banyak perdebatan dan banyak masalah yang timbul. Di dalam mobil mewah itu. Dini masih memangku Rayyan sambil menyusui anak lelaki semata wayangnya itu. Sesekali Dini menoleh ke arah samping menatap Sang Suami yang hanya diam dan fokus pada setir mobilnya. Dini pun tak berani memulai pembicaraan, takutnya mood Adam, suaminya memang sedang tidak baik. Aby Dian terlalu buruk menilai Adam. Mengan

