Pertanyaan Fatih sepertinya cukup jelas sekali dan tidak ambigu atau terdengar aneh. Tapi, Dini yang terkejut menjadi sangat gugup dan bingung harus menjawab apa. "A- aku, masih ingin sendiri, Fatih, ucap Dini dengan suara lirih. Jauh di dalam lubuk hati, dini masih mencintai Adam, suaminya. Dini masih berharap hubungannya masih baik, walaupun Dini salah sudah meninggalkannya. Entah tiga bulan ini apa yang terjadi dnegan Adam dan Zya. Mungkin saja keduanya sudah menikah dan bahagia. Atau mungkin keduanya sedang mempersiapkan kelahiran anak kedua Zya secara bersama - sama. "Kamu yakin? Masih ingin sendiri?" tanya Fatih pelan seolah Fatih hanya melemparkan pertanyaan biasa tanpa ada maksud tertentu. Dini mengangguk pelan. "Ya ... aku sedang ingin fokus dengan rumah makan sederhana yan

