"Hai ... Aku ingin bicara sebentar," ucap Fatih pelan saat melihat Dini mulai berjalan di koridor menuju kamarnya. Dini menoleh ke arah lobby. Fatih duduk di salah satu sofa tunggu di sana. Dengan cueknya Dini melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Sudah malas rasanya berurusan dnegan Fatih semenjak kejadian waktu itu. Tentu itu adalah hal yang membuat Dini trauma. "Rany ... Tunggu. Aku mau minta maaf soal kejadian waktu itu," panggil Fatih setengah berteriak dengan nada memohon. Dini tetap saja fokus dengan langkahnya menuju kamar apartemennya tanpa memperdulikan Fatih yang terus berteriak memanggil namanya. Fatih pun setengah berlari mengejar Dini yang mengabaikannya. Lalu, mensejajarkan langkahnya tepat di samping Dini. Keduanya berjalan beriringan. Fatih yang terus saja mengoceh

