Tangan Fatih pun menyentuha tangan Dini yang sedang memegang erat Rayyan dalam dekapannya. Dini pun terkejut, dan lamunannya pun buyar seketika. "Jangan sentuh aku, Fatih!! Jangan kurang ajar!! Jangan cari kesempatan!!" teriak Dini yang tiba - tiba murka. Fatih pun menatap Dini dengan bingung. Sejak tadi ia memanggil Dini, tetapi wanita itu sama sekali tidak merespon. lalu, Fatih sengaja menyentuh Dini bukan untuk bersikap kurang ajar, tapi lebih untuk memanggil Dini dan tidak melaun atau berlarut dalam kesedihannya. "Maaf Ran. Bukan itu maksudku. kau berkali - kali memanggilmu, tapi kamu diam saja, dan malah terisak. Aku pikir dengan memanggil menyentuh tanganmu, kamu mendengarku, Ran? Maafkan aku, Ran. Kamu memaafkan aku kan? Aku janji tidak akan melakukann hal ini lagi," ucap Fatih

