Tatapan Zya semakin terlihat sangat tajam ke arah Dini. Tatapan itu bukan tatapan benci tapi tatapan penasaran. "Ka-kamu sedang mengandung?" tanya Zya yang sedikit kaget da meraba ke seluruh bagian perut Dini dengan merata. Dini pun ikut gugup. Sebenarnya bukan ha ini yang di inginkan tapi kalau memang sudah terbongkar lebih baik bicara apa adanya atau Zya di ajak bekerja sama untuk suatu kontrak yang menguntungkan. Dua kantung plastik obat itu segera di tebus dan di bayar lalu Dini berjalan begitu saja sambil menggandeng tangan Zya tanpa banyak bicara. Kedua wanita hamil itu berjalan menuju pasrkiran mobil dan masuk ke dalam mobil Dini. "Masuk Kak Zya. Kita mau makan dimana?" tanya Dini pelan. Zya pun masuk ke dalam mobil Dini. Di sana ada Rayyan dan Eva pengasuhnya yang menunggu d

