Ellaine melihat jam tangannya berkali-kali, ia pun tak henti menatap jalanan yang tengah ramai itu. Ellaine janji bertemu dengan seseorang sejak tadi pagi, namun hingga tiga jam berlalu orang itu masih juga belum memunculkan batang hidungnya. Ellaine duduk tenang di café menunggu pria itu datang sesuai janjinya, bila tidak mendesak mungkin Ellaine tak akan mau bertemu dan rela menunggu di café sendirian. “Aah, lima menit lagi kalo dia gak datang aku bakal pulang” gumam Ellaine. Ia kembali membaca buku yang telah di bawanya dari rumah, Ellaine sangat tahu pria itu akan molor seperti kebiasaan Hans. Sejenak Ellaine membaca buku, pria yang telah di tunggunya benar-benar datang berdiri tepat di depannya. “Ellaine, maaf aku terlambat” kata Andre dengan raut wajah amat menyes