Semua mata menatapku, menunggu keputusan yang akan aku ambil . Apakah keputusanku adalah hanya register pernikahan saja tanpa pesta atau akankah aku menyetujui nasehat mamaku yang sungguh sangat bijaksana. Aku tersenyum memandang Valdo yang balas memberiku senyuman yang selalu berhasil menggetarkan jiwaku. “ Aku setuju untuk mengadakan pesta khusus hanya untuk keluarga inti kita saja dan keluarga inti Valdo. Pestanya tidak ingin aku lakukan di Jakarta . Aku ingin melakukannya di rumah Valdo di Penang, agar Valdi juga bisa ikut menyaksikan pernikahan kami.” Kataku dengan yakin, seyakin-yakinnya. Ini adalah keputusan terbaik untuk semua. “Aku setuju dengan Nanette. Pestanya kita adakan di rumahku di Penang saja.” Kata Valdo tersenyum senang. “ Emang rumahmu muat untuk kira-kira 40 orang