Seusai sholat shubuh berjamaah, Aira kembali lebih dulu. Ia membiarkan Zidan berbincang dengan para bapak- bapak yang sedang bertukar cerita atau lebih sering disebut sharing. Aira langsung meletakkan alat sholatnya dikamar dan mulai sibuk di dapur. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi istri yang baik dan menerima Zidan sbegaia suaminya. Ini adalah sebuah takdir. Bukan hal nista yang dijadikan aib selamanya. Aira sudah membuatkan kopi racikan sendiri. Kopi yang dulu sering ia buat untuk Raka. Sekarang, ia buat untuk Zidan dengan resep rahasia dan tentunya ada tambahan racikan yang mmebuat berbeda. Aira meletakkan cangkir kopi di meja. Ia juga membuat sarapan sederhana. Nasi goreng dengan telor dadar sambal matah diatasnya. Terdenagr aneh tapi dari wanginya bisa dipasti

