Bab 61 Lembur, tapi Menghibur

1314 Kata

Pagi itu, matahari menyelinap masuk melalui tirai tipis kamar. Naya membuka mata perlahan, merasakan tidur panjang pertama dalam beberapa hari terakhir—Leo yang bangun duluan dan mengurus bayi-bayi itu pagi tadi. Ia bangkit, mengucek mata. “Leo? Cintaku?” Tidak ada jawaban. Akan tetapi suara kecil—teriakan kecil—datang dari arah dapur. Naya berjalan pelan, dan begitu ia melewati pintu dapur… Ia berhenti. Pemandangan itu terlalu manis. Leo sedang berdiri di depan meja dapur, memakai celemek garis-garis, rambut berantakan, sambil mengaduk bubur bayi. Di kursi makan bayi: Lara sedang menggigiti sendok. Lino memukul-mukul meja dengan tangan gemuknya. “Papa… pa pa pa…” “Pa pa! Pa pa!” Leo menoleh sambil tertawa. “Iya, iya… Papa tau kalian lapar.” Naya bersandar di pintu, senyum kecil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN