Pasha mencengkeram tangan Yaya dengan erat, wajahnya menunjukkan amarah yang tak terbendung. “Ikut saya sekarang juga!” bentaknya dengan nada penuh tekanan. Suaranya membuat beberapa pengunjung restoran kembali melirik ke arah mereka. Yaya tersentak, mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman pria itu. “Om Pasha, lepaskan Yaya! Apa-apaan ini?!” serunya. Elvir yang duduk berhadapan dengan Yaya, berdiri dengan cepat. Ia meraih lengan Pasha untuk menghentikannya. “Pasha, apa yang kamu lakukan? Jangan seperti ini! Yaya bukan anak kecil yang bisa kamu tarik sesuka hatimu!” tegur Pasha tegas. Namun, Pasha justru menatap Elvir dengan mata penuh amarah. “Kamu diam, Elvir. Ini bukan urusanmu!” tukas Pasha. Elvir tak mau kalah. “Yaya ada di bawah tanggung jawab aku sekarang. Kamu tidak punya