Reina benar-benar keterlaluan, dia mentertawakanku dan menyuruh orang-orang jahat ini untuk memperkosaku. Hatinya sudah membatu, jiwanya sudah di butakan oleh rasa iri. Entah apa kesalahanku hingga dia benar-benar sangat membenciku. "Singkirkan tangan sialanmu itu bodoh!!" umpatku saat tangan salah satu orang suruhan Reina mendekatiku. Tapi mereka seolah tuli, mereka membuka penutup wajahnya satu persatu dan setelahnya tertawa dengan keras, wajahnya benar-benar sangat mengerikan, ada yang berjambang, gigi tidak rata dan benar-benar sangat menjijikkan. Mereka menatapku seolah ingin memangsaku. Dengan berusaha sekuat tenaga, aku memberontak dari ikatan tali yang sedang mengikatku saat ini. "Lepas... Awas saja kalau kalian sampai mendekat! kalian akan celaka!!" ancamku emosi. Reina meng

