Suara detingan piring membangunkan Katia. Tris meletakkan sebuah baki berisi piring dan gelas makan siang nya diatas ranjang. Sebuah vas berisi bunga berwarna biru keunguan yang menjuntai cantik ditangkainya turut menemani roti, daging dan s**u yang di bawanya untuk Katia. “Jam berapa ini?” tanya Katia dengan suara masih mengantuk. Gadis itu meraih tangkai bunga biru itu dan mengelusnya sebelum mengembalikannya ke atas baki. “Pukul 12 siang, Dewi.” Jawab Tris menunduk ke lantai. “Panggil saja aku, Katia.” Ucap Katia sambil mengambil gelas berisi s**u yang di bawakan dan sepotong roti. Tris mengangguk melirik ke arahnya. Pandangan matanya menatap bekas luka di wajah Katia membuat Katia tanpa sadar mengelus dahinya. “Ah..maafkan aku, bukan maksudku untuk tidak sopan.” Tris menundukka

