Katia terbangun mencium aroma kopi hangat yang menyeruak di dalam apartment. Dengan mata yang masih setengah tertutup di rabanya sisi ranjang tempat Zack membaringkan tubuhnya semalam. Kosong. Gadis itu langsung tersentak dan membuka matanya, menoleh ke sekeliling kamar. Tidak ada siapapun di dalam kamarnya kecuali dirinya. Sedikit rasa cemas menghampirinya membayangkan kemungkinan bahwa apa yang dilaluinya semalam hanya lah imajinasinya dan Zack ternyata pergi meninggalkannya tanpa kabar bagaikan mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Katia menendang selimut yang melilit tubuhnya dan bergegas keluar kamar. Gadis itu berjalan menuruni tangga yang langsung disambut oleh senyuman hangat Zack yang sedang berdiri di dapur. Pria itu tetap terlihat mempesona walau hanya mengenakan kaos dan celan

