SL-51

1624 Kata

Seseorang yang kita pikir milik kita, ternyata belum tentu bisa kita miliki seutuhnya.Terlebih saat takdir harus membuat kita memilih Patah hati sepatah-patahnya itu saat menetapkan jatuh hati pada seseorang, namun dengan terpaksa harus memilih mematahkannya dengan alasan masa lalu yang menjadi kelemahan diri sendiri selama ini, Sita sudah sampai pada titik ini. Mencoba menguatkan hati, nyatanya baru memikirkan saja sudah menyesakkan. Sita benar-benar membenci masa lalunya, kelemahan yang coba di singkirkan, sampai kapan pun tidak akan pernah bisa lepas dari nama belakangnya. Katanya, jujur itu lebih baik walau berakhir dengan kepahitan dan menyakiti.  Ia Semakin menyalahkan diri sendiri dan mulai berandai-andai--Andai saat itu sita tegas, menolak dan menghindari Arsya, mungkin waktu i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN