“Sekolah ini sudah jauh berbeda ya.” Ran mengamati gedung besar di depannya, lalu beralih melihat sekeliling tempat yang dia datangi ini. Tempat ini terlihat semakin baik. “Tentu aja. Udah berapa tahun coba kamu tinggalin?” Ran terdiam. Bola matanya memutar, menghitung kira-kira berapa lama ia meninggalkan sekolah dasar tempat di mana dulu ia bersekolah sebelum dibawa Rion ke London. “Hmm… Enam belas tahun sepertinya,” balas Ran setelah mengingat-ingat. “Waaahhh… luar biasa!” Aryan bertepuk tangan girang. “Jadi udah selama itu ya hatiku nyangkut di kamu??” Ran berdecih geli. “Tolong dikondisikan mulutnya. Kamu sedang menggombal?” “Kesungguhanku selalu aja dibilang gombal!” Ran tak bisa menyembunyikan tawa saat melihat wajah sang calon suami ditekuk. “Kamu ngambek?” tanya Ran sambil