Bab 49. Perjanjian (++)

1082 Kata

Dua pria beda usia itu pergi ke kantin rumah sakit, mencari tempat nyaman untuk ngobrol. Keduanya duduk berhadapan kemudian memesan minuman sebagai teman mereka ngobrol. Sambil menunggu pesanan mereka tiba, Adiwijaya lebih dulu membuka percakapan. "Sedikit banyak papa mulai paham dengan kasus mantan istri kamu itu, Nan," ucap Adiwijaya pada sang menantu. "Papa turut prihatin, sungguh. Tapi untuk kasusnya papa yakin niat Diya yang sesungguhnya tidak sampai sejauh itu, Nan." Adiwijaya bersikeras membela sang putri. Adnan masih tetap menyimak ucapan sang mertua sampai kopi pesanan mereka tiba. Dua pria itu menjeda dengan menyeruput kopi di cangkir masing-masing. "Dia lakukan semua agar mendapatkan kamu sepenuhnya, papa gak bilang kalau dia benar, papa akui dia salah, tapi Adnan. Sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN