56

1865 Kata

Burung besi yang membawa rombongan eksekutif dari Surabaya akhirnya mendarat dengan mulus di landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Begitu roda pesawat menyentuh aspal dan tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, Sadewa langsung mengaktifkan kembali ponsel pintarnya. Hal pertama yang ia lakukan adalah membuka aplikasi pesan instan, berharap ada keajaiban berupa balasan dari Lintang. Namun, layarnya tetap bergeming. Rentetan pesannya sebelum terbang tadi masih setia menampakkan dua centang abu-abu. Lintang benar-benar menerapkan aksi mogok bicara tingkat tinggi. Dewa mengembuskan napas panjang, melangkah keluar dari garbarata dengan gurat lelah yang berbaur gelisah di wajah tampannya. Di area penjemputan VIP, dua mobil sedan mewah berwarna hitam metalik milik Dirgantara Group

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN