31

1754 Kata

Di dekat area bar, Dewa masih berusaha melepaskan diri dari Monica yang terus-menerus mengarang cerita tentang kakinya yang sakit. Tatapan mata abu-abu Dewa terus menyisir ruangan, mencari celah untuk kembali ke sofa Lintang. Namun, langkahnya terhenti saat melihat dua siluet yang sangat familier baru saja masuk menembus pintu utama. Reksa dan Dira. "Dewa!" panggil Reksa setengah berteriak, melambaikan tangannya di antara dentuman musik. Ia menuntun Dira membelah kerumunan menuju tempat Dewa berdiri. Melihat kedatangan mereka, Monica mendengus kesal dan perlahan mundur, tahu bahwa rencananya untuk menahan Dewa sendirian akan semakin sulit. "Ya ampun, Mas Dewa! Macet banget jalanan Surabaya malam ini, sampai stres aku di mobil," keluh Dira sembari mengipasi wajahnya dengan telapak tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN