Di dalam ruang kerja pribadi Bramasta yang beraroma kayu cendana dan dipenuhi deretan buku literatur ekonomi, suasana berubah menjadi sangat formal. Bramasta duduk di balik meja besarnya, sementara Dewa dan Reksa duduk berhadapan dengannya. Posisi ini mempertegas identitas asli sang tuan rumah sebagai Prof. Bramasta Aryadinata, SE., MM., sang pendiri sekaligus CEO dari Nayaka Life Insurance. Selain seorang Dosen. Bramasta menyandarkan punggungnya, menatap Dewa dengan tatapan yang jauh lebih tajam. "Dewa, Papa kamu sudah bicara dengan saya dan Kalindra, ayah Reksa," buka Bramasta dengan nada berwibawa. Dewa sedikit terkejut, namun ia tetap menjaga ekspresi datarnya. Ia tahu perusahaan ayahnya, Dewangga Dirgantara, sedang menghadapi guncangan internal terkait sengketa aset di divisi hibur

