BAB 10

1089 Kata

Akhirnya Arata berhadapan dengannya. Theodore Montagne yang saat ini duduk di hadapannya adalah seorang pria berusia sekitar lima puluhan yang tampan, tinggi, dan berambut cokelat. Matanya bersinar cerdas. Penampilannya rapi dan terawat. “Jadi Sanae sudah meninggal dunia?” gumam pria yang lebih tua itu sambil menyesap kopinya dengan perlahan. Suara dan sinar matanya mengandung penyesalan. Arata mengangguk tanpa menyahut. Mereka berdua berada di restoran mewah di sebuah hotel berbintang. Mereka sepakat bertemu di sana pada jam makan siang. Ketika Arata tiba di sana, Theodore Montagne sudah datang lebih dulu dan menunggunya. Pria itu langsung bertanya mengenai ibunya dan Arata mengatakan ibunya sudah meninggal dunia. “Tepatnya kapan?” tanya Theodore Montagne tanpa menatap Arata. Kelihatan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN