Jillian Lee dan Celina Rodin tiba di Place de la Libération, yang merupakan titik keramaian setelah mengunjungi Rue de la Liberté. “Kita bisa beristirahat di sana sembari menunggu kedatangan Julien.” Wanita itu menunjuk kafe tenda yang begitu penuh. Pengunjungnya duduk berdesakan. “Apa kau yakin masih ada bangku untuk kita?” “Berdoa saja,” kata Jillian Lee menggamit lengan Celina sambil berjalan mendekati kafe bermuda lebar putih itu. Rupanya masih tersisa dua kursi. Untungnya Jillian Lee dan Celina tiba lebih awal daripada dua tamu yang mengincar bangku yang sama. “Kita beruntung,” bisik Jillian Lee meletakkan belanjaannya ke meja. “Anak muda barusan harus mendahulukan wanita tua sepertiku,” selorohnya sambil duduk. Celina juga duduk setelah menaruh belanjaannya di kaki kursi. “Kau t

