Di sepanjang perjalanan pulang, alunan biola terus berputar di kepala Celina. itu mempercepat langkahnya. Ia tidak tahu judul maupun pencipta lagu itu. Seperti halusinasi yang mampir di sela kesadaran, gesekan senar busur pada senar biola itu mengiang-ngiang dan bergema dalam pikirannya. “Anda ingin membeli peta Paris?” Celina tersentak saat pria tua mendekatinya sambil menunjukkan peta Paris. Gadis itu menarik diri, lalu cepat-cepat melintasi pria itu dengan ngeri. Ia menengok pria itu dengan melotot. Dadanya berdebar tak keruan. Celina mengernyit curiga saat wanita lusuh menghampirinya sesaat kemudian. “Apa Anda ingin membeli foto-foto keindahan Paris?” tawar wanita itu menyodorkan album berisi foto Paris ke arahnya. Celina menatap dingin pada warnita yang mencoba menyamai langkahnya,

