Arata baru saja tiba di apartemennya ketika ponselnya berbunyi. Ia menatap layar ponsel dan tertegun. “Allo?” katanya begitu menempelkan ponsel ke telinga. Ia menyalakan lampu ruang tengah dan berjalan ke dapur. “Arata.” Suara Theodore Rousseau terdengar panik. “Arata, kau sedang bersama Maureline?” Arata bimbang sejenak. “Tidak,” jawabnya. “Kau bertemu dengannya tadi?” Suara Theodore semakin mendesak. Arata mengerutkan kening. Ada apa ini? Apakah pria ini kesal? Marah? Ia harus jujur atau berbohong? “Tadi sempat bertemu sebentar,” sahut Arata pelan. Terdengar sentakan napas di ujung sana. “Kau sudah memberitahunya?” “Memberitahu apa, Monsieur?” “Masalah itu,” sahut Theodore dengan kalut. “Kau sudah memberitahu Maureline tentang masalah itu?” Arata bingung sesaat, lalu, “Belum ..

