Inah dan Sebuah Rahasia

1024 Kata

"Pagi, Sayang." Sebuah kecupan bersarang di pipi Reisa. Hari ini minggu, jadi Andra punya banyak waktu di rumah seharian. Reisa menggeliat karena merasa geli, lalu secara perlahan matanya terbuka. Andra tampak segar dengan balutan kaos putih dan celana jeans. Harum tubuhnya merasuk indera penciuman. Tiba-tiba saja Reisa menjadi mual. Harum tubuh Andra yang selalu disukainya, kini menjadi tak sedap baunya. Wanita itu menutup hidung dan membuang wajah ke samping. "Kenapa, gue bau asem?" Andra melirik ke arah lipatan lengannya sambil mengendus aromanya beberapa kali. "Emang gini kalau lagi hamil, Ndra. Kayak waktu Rendra dulu." Reisa duduk bersandar di ranjang sambil mengipas hidung. "Eh, kita belum periksa lagi, ya?" Tiba-tiba saja Andra teringat sesuatu. Semenjak dia sibuk men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN