Ending

1016 Kata

Sedari tadi Andra merasa gelisah, mondar mandir di depan ruang tunggu. Entah apa yang terjadi di dalam sana, dia hanya berpasrah diri kepada Tuhan. Andra Ingin mendampingi, tetapi dilarang masuk. Berulang kali dia menggosokkan kedua tangan, lalu mengusap wajah. Lelaki itu juga sesekali meremas rambut, mirip seperti seseorang yang sedang frustasi. Sudah satu jam Andra menunggu bersama Wisnu. Jika posisinya begini, serba tidak enak rasanya. Sesekali terdengar suara teriakan kesakitan dari dalam ruangan itu. Membuat jantung Andra berdetak kencang dan ingin melompat keluar. "Duduk." Wisnu menegur Andra karena melihat tingkah menantunya yang resah dan gelisah sedari tadi. "Andra, duduk!" tegurnya sekali lagi. Andra menoleh tanpa berucap, lalu dia mengambil tempat di sebelah papa mertuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN