Empati

1115 Kata

Andreas mematung saat mendengarkan perbincangan dua orang tadi. Dari arah yang berlawanan dia datang hendak mengunjungi Helena. Dua orang tadi itu mungkin tidak menyadari kehadirannya karena sedang serius membicarakan sesuatu. Namun, Andreas cukup jelas mendengar semua ucapan mereka hingga bagian yang terakhir. "Ndra! Ini cuma status. Siapa yang mau nikahin perempuan cacat. Gue juga nggak bisa ngelindungin dia terus-terusan." Ada yang menusuk di hati Andreas saat mendengar kata-kata itu. Seakan cinta yang baru tumbuh di hati harus layu sebelum bunganya mekar. Kalau diizinkan, biarlah dia yang menjadi penyelamat agar Helena bisa terus bertahan hidup dengan kondisinya yang cacat. Sayang, sekalipun Helena tak melirik ke arahnya. Sekalipun Andreas sudah berusaha mati-matian menunjukkan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN