Hilang

1066 Kata

Reisa membuka mata. Kepalanya terasa berat. Entah dimana dia berada. Matanya nanar menatap sekeliling dengan ruangan serba putih. "Gak usah gerak dulu." Suara seorang lelaki berbisik di telinganya. Reisa menoleh, pandangannya masih samar-samar. Andra? Bukan! "Sini gue bantu." Dimas membantu Reisa duduk bersandar di ranjang pasien. Wanita itu menurut. Dalam kondisi begini, dia memang belum bisa banyak bergerak. "Mana yang sakit?" Dimas bertanya. "Gak ada." "Lu mau makan, atau minum?" tawar Dimas. "Boleh." Dimas dengan sigap mengambilkan air dan membantu Reisa meminumnya. Dia juga mengambilkan tissue dan mengelap bekas air. "Makasih." "It's okay." "Mana Nita?" tanya Reisa. "Pulang ke rumah lu. Jemput Rendra. Katanya nangis. Sekalian jalan ke sini sama Om Wisnu," jelas Dimas.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN