Dua orang berlainan jenis itu memasuki lift bersamaan. Begitu pintu lift tertutup menuju lantai lima, si wanita dengan cepat merengkuh tubuh si lelaki. "Apaan, nih?" Andra mendorong tubuh Helena. Mereka memang berdua saja di dalam lift ini. Namun, rasanya memang tidak etis jika jika wanita itu main sosor duluan. "Gue kangen sama lu." "Tapi jangan gini. Ini di tempat umum." "Kalau gitu nanti di ruangan lu aja, ya?" ucap Helena saat melepaskan pelukannya. Gila ini orang, batin Andra. Dia tak habis pikir, ada wanita se-agresif ini hanya mengejar laki-laki. Padahal Helena cantik dan berpendidikan. Kenapa merendahkan diri dengan menggoda suami orang? Ting. Pintu lift terbuka. Andra bergegas masuk ke ruangannya. Helen mengikuti dari belakang. Sengaja dia ditinggal begitu saja. Tak pan

