Aku memutuskan pergi dari kediaman Kakek Sasonko. Meninggalkan Jakarta. Meninggalkan Alia bersama ayah dan kakek buyutnya. Meninggalkan Semeru dengan papanya. Terdengar egois memang, meninggalkan anak-anakku hanya bersama dengan ayah kandungnya. Tetapi, dari pada harus ikut hidup bersamaku, mereka lebih baik tinggal dengan ayahnya, yang secara finansial sudah jelas lebih dari cukup. Dengan bekal uang seadanya, aku memutuskan hijrah ke sebuah kota, yang aku yakin tidak ada siapa pun yang akan bisa menemukan keberadaanku di sana. Menggunakan kereta dengan jadwal keberangkatan pagi, aku meninggalkan Ibu Kota untuk memulai hidup yang baru. Ini keputusan berat, tapi menurutku ini adalah keputusan yang terbaik, demi Semeru, Alia dan tentu untukku juga. Semeru berhak hidup bahagia dengan Wis