Rendra tercenung di tempatnya berdiri, ia merasa lega karena sang istri ternyata sedang berbicara dengan Kenzi tapi sungguh ia tidak pernah tau perasaan Aura yang sebenarnya. Istri yang dinikahinya ini ternyata pandai bersandiwara. Aura seolah telah melupakan Sigit namun ternyata kecewa yang diukir Sigit sudah terlalu dalam hingga ia sulit untuk mengembalikan hatinya seperti semula. Aura juga nampak bahagia ketika bersamanya, selalu tersenyum, tersipu dan berbinar layaknya seorang gadis yang tengah jatuh cinta namun jauh di lubuk hati Aura yang paling dalam kekhawatiran dan keraguan akan perasaan Rendra kepadanya masih merajai. Dibalik senyum dan tawa yang selalu tercetus renyah itu ternyata menyimpan begitu banyak penderitaan akan kegelisahan hati. “Apa yang harus Abang lakukan agar

