Sigit! Pria yang masuk dalam kehidupan Aura kemudian membuatnya jatuh cinta lalu menorehkan luka dengan meninggalkannya begitu saja di detik-detik pernikahan mereka. Sigit juga sama shock nya ketika melihat Aura. “A..u..raa...” kata pertama yang diucapkan oleh Sigit sambil terbata. Aura segera merubah ekspresi wajahnya menjadi angkuh, ia tidak ingin terlihat terpuruk pasca ditinggal pergi oleh tunangan sialannya itu. “Bukan aku yang menabraknya, tapi dia yang menabrak ku! Belikan wanita mu kacamata, mungkin matanya rabun sehingga tidak bisa melihat aku yang sebesar ini!” ucap Aura ketus. Sigit tertawa terpaksa mendengar ucapan Aura, sedangkan istri yang ia nikahi di Belanda setelah kabur dari pernikahannya dengan Aura, menatap tajam ke arah Aura sambil memindainya dari atas hingga baw

