“Abang....” Rendra menoleh ketika suara lembut memanggilnya. Dia bisa melihat bola mata jernih istrinya menunggu jawaban, sudah tentu jawaban mengenai alasan kenapa dia bersikap dingin kemarin malam. Rendra menghembuskan nafas kasar dan suara pintu diketuk menyelamatkannya. Detik berikutnya grandpa Salim dan grandma Merry masuk ke dalam kamar. Mereka berempat kini duduk di sofa set yang berada di sudut kamar Rendra. “Grandpa dan grandma sudah memikirkan keinginan kalian yang ingin tinggal terpisah.…” Grandpa menjeda kalimatnya. Kata ‘kalian' yang terlontar dari mulut grandpa membuat Aura meringis di dalam hati karena dirinya sungguh tidak menginginkan tinggal terpisah. Kehadiran tante Mery justru bisa membuatnya lepas dari rasa sepi. Ketika makan malam tadi Rendra mengung

