Suara kecupan menggema menghangatkan ruang makan pada malam itu yang terasa dingin dan pekat oleh keheningan karena jam sudah menunjukan hampir tengah malam. Rendra mengangkat satu kaki Aura, menuntun untuk melingkar dipinggangnya tanpa berniat melepaskan pagutan dengan lidah yang saling membelit di dalam sana. Tubuh Aura terasa melayang setelah satu kakinya yang lain dituntun Rendra untuk melingkar di pinggang lelaki itu. Bukan kamar, Rendra membawa Aura kembali ke ruang televisi dan menghempaskan b****g di sofa dengan Aura berada di atas pangkuannya. Pagutan itu akhirnya terlepas ketika mereka sudah merasakan sesak kehabisan oksigen, nafas keduanya tersengal saat berebut udara di sekitar. Bibir Rendra memang berhenti berulah namun tidak dengan kedua tangannya yang sudah masuk k

