Andre kembali ke ruangannya dengan langkah santai, namun senyumnya sedikit berbeda dari biasanya. Begitu pintu tertutup, ia bersandar di kursinya, menyilangkan tangan di d**a, lalu tersenyum smirk. "Iya, Ray... bagus," gumamnya pelan. "Karena aku memang butuh semua informasi darimu." Tatapannya tajam, penuh makna. Ia meraih ponselnya, menelusuri beberapa pesan yang belum terbaca. Salah satunya dari nomor tanpa nama, namun ia tahu persis siapa pengirimnya. Nomor tak dikenal: Bagaimana? Ada perkembangan? Andre: Seperti yang diharapkan. Alan akan masuk, David juga akan mulai bekerja, dan Rayyan masih dalam posisi sulit. Aku akan terus mengawasi. Nomor tak dikenal:.Bagus. Lanjutkan. Andre menatap layar ponselnya, lalu menyeringai. Seakan menikmati permainan yang sedang ia jalankan di bal

