Extra Part

2111 Kata

Jam setengah dua dini hari Hana terbangun dari tidurnya. Putranya Havi dan juga putrinya Na'an bangun kerena haus. Vian yang juga mendengarnya langsung saja bangun dan menghampiri bok bayi yang ada di kamar keduanya. Karena Hana baru pulang dua hari yang lalu, Vian menjadi lebih peka dengan tangisan putra putrinya yang selalu membangunkan istrinya itu. Jam tidur istrinya pun berubah drastis. Jika biasanya Istrinya tidur di malam hari, maka semenjak memiliki Hani dan Na'an, istrinya menjadi tidur di pagi hari dan juga siang hari. Malam jarang sekali tidur karena saat istrinya baru saja terlelap, kedua anaknya sudah menangis. "Putri papa yang cantik, nggak boleh nangis ya. Udah diem." Kata Vian dengan suara pelan dan mengelus pipi putrinya dengan jari telunjuknya. Setelah memberikan putrin

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN