Jam setengah dua dini hari Hana terbangun dari tidurnya. Putranya Havi dan juga putrinya Na'an bangun kerena haus. Vian yang juga mendengarnya langsung saja bangun dan menghampiri bok bayi yang ada di kamar keduanya. Karena Hana baru pulang dua hari yang lalu, Vian menjadi lebih peka dengan tangisan putra putrinya yang selalu membangunkan istrinya itu. Jam tidur istrinya pun berubah drastis. Jika biasanya Istrinya tidur di malam hari, maka semenjak memiliki Hani dan Na'an, istrinya menjadi tidur di pagi hari dan juga siang hari. Malam jarang sekali tidur karena saat istrinya baru saja terlelap, kedua anaknya sudah menangis. "Putri papa yang cantik, nggak boleh nangis ya. Udah diem." Kata Vian dengan suara pelan dan mengelus pipi putrinya dengan jari telunjuknya. Setelah memberikan putrin
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari